"Transportasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mengatasi kemacetan di Jakarta serta wilayah sekitarnya," ujar Takeda.
JICA berharap peningkatan kualitas transportasi publik dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Peralihan tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap pengurangan kemacetan sekaligus emisi gas rumah kaca.
Dalam pelaksanaannya, Ditjen Intram akan mengoordinasikan proyek bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, pemerintah daerah se-Jabodetabek, serta operator transportasi publik melalui Joint Coordinating Committee (JCC).
Penandatanganan R/D ini merupakan tindak lanjut dari Detailed Planning Survey dan Minutes of Meeting (MoM) yang telah dilakukan pada Desember 2025. Dokumen kerja sama tersebut sebelumnya juga telah melalui proses penelaahan teknis dan hukum bersama instansi terkait.
Dengan adanya pilot study di sejumlah wilayah kandidat, pemerintah dan JICA diharapkan dapat memperoleh model integrasi transportasi yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas di kawasan Jabodetabek.
(Rahmat Fiansyah)