Ia menambahkan, motif khas daerah dapat menjadi pembeda sekaligus nilai tambah produk, termasuk untuk memenuhi kebutuhan seragam instansi, sekolah, maupun oleh-oleh khas daerah.
Sementara itu, Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan mengatakan peserta juga mendapat pembekalan terkait legalitas usaha, permodalan, dan manajemen bisnis.
“Pada hari kedua hingga keempat, pelatihan mencakup praktik teknis produksi dan manajemen usaha, pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), kunjungan industri, serta bantuan mesin/peralatan,” ucap Budi.
Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya membutuhkan investasi berskala besar, tetapi juga perlu ditopang oleh wirausahawan lokal yang mandiri dan berdaya saing.
“Percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif tidak cukup hanya mengandalkan investasi skala besar, melainkan harus ditopang oleh lahirnya para wirausahawan lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” jelas Helmi.
(Kidung Dhia)