sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementan Pastikan Stok Cabai Surplus di Masa Ramadan dan Lebaran

Economics editor Nia Deviyana
19/02/2026 21:23 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok aneka cabai dalam kondisi aman dan surplus dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026. 
Kementan Pastikan Stok Cabai Surplus di Masa Ramadan dan Lebaran. Foto: iNews Media Group.
Kementan Pastikan Stok Cabai Surplus di Masa Ramadan dan Lebaran. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok aneka cabai dalam kondisi aman dan surplus dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026. 

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule menegaskan pemerintah secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dia memastikan pemerintah terus mengawal produksi, distribusi, dan stabilitas harga komoditas strategis, termasuk cabai.

"Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Taufiq memaparkan, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai pada Februari dan Maret 2026 berada pada posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan terjadi surplus sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026, dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026.

Sementara itu, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Angka tersebut, menurut Taufiq, mencerminkan ketahanan pasokan cabai nasional yang cukup kuat dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.

Lebih lanjut disampaikan, produksi cabai nasional pada periode Februari-Maret 2026 ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, melaporkan bahwa dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

"Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idulfitri," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement