IDXChannel – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap sejumlah faktor yang membuat harga produk hortikultura, seperti cabai hingga bawang, tidak stabil. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani hortikultura.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy mengatakan, ketidakstabilan harga tidak terlepas dari karakteristik usaha tani hortikultura yang masih didominasi petani individual. Selain itu, skala lahan yang relatif kecil dan belum adanya jadwal tanam membuat produksi serta pasokan menjadi kurang terencana.
"Ketidakpastian itu disebabkan oleh karena pertama, petani di hortikultura masih dominannya individual. Terus lahan usahanya masih kecil-kecil di bawah 1 hektar, tidak terbuat jadwal tanam, sehingga ini yang membuat dia ketidakpastian," terang Freddy dalam acara International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (IDLEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/9/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementan mendorong hilirisasi agar petani hortikultura dapat meningkatkan kapasitas dan skala usahanya. Petani juga diarahkan untuk membangun pola usaha secara kolektif.
"Tapi kami percaya Kementerian Pertanian berdasarkan arahan dan juga semangat dari Bapak Menteri Pertanian, kita sekarang mau mencoba membuat itu, hilirisasi bagaimana ini bisa naik kelas petani hortikultura pengembangan kapasitasnya. Bahwa tidak bisa bertani sendiri, dia harus kolektif," lanjut Freddy.