AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Kementerian PUPR Pastikan Pembangunan IKN Tak Akan Lakukan Deforestasi

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 02 Juli 2022 06:31 WIB
Namun dengan adanya persemaian pembangunan di IKN pemerintah bakal mengutamakan reboisasi, atau penanaman hutan kembali.
Kementerian PUPR Pastikan Pembangunan IKN Tak Akan Lakukan Deforestasi (foto: MNC Media)
Kementerian PUPR Pastikan Pembangunan IKN Tak Akan Lakukan Deforestasi (foto: MNC Media)

IDXChannel - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dipastikan bakal segera dimulai pada semester II tahun ini. Proses pembangunan setidaknya diawali dengan pembangunan infrastruktur dasar yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

Dalam proses pembangunan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan komitmennya untuk meminimalisasi aktifitas penebangan pohon (deforestasi). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga, Jumat (1/7/2022).

"Kita juga akan mengatur bagaimana terutama tentang aspek lingkungan, agar tetap terjaga. Jadi kerjanya yang baik, meminimalisir pohon yang ditebang, tidak mengotori teluk Balikpapan, cara kerja yang lebih baik dan tertib," ujar Danis.

Menurutnya, keadaan hutan di kawasan pembanguann IKN saat ini hanya sekitar 40 persen. Namun dengan adanya pembangunan IKN, nantinya justru akan ditingkatkan menjadi 70 persen.

"Caranya dengan membangun persemaian, atau pembibitan tanaman. Jadi sama sekali salah kalau (ada tudingan bakal terjadi) deforestasi. Yang ada justru akan kita perbaiki menjadi lebih baik. Tidak dirusak," tutur Danis.

Diakuinya bahwa setiap proses pembangunan memang sedikit banyak tetap akan membutuhkan deforestasi. Namun dengan adanya persemaian pembangunan di IKN pemerintah bakal mengutamakan reboisasi, atau penanaman hutan kembali.

"Sekarang kalau kita berbicara KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan), sekarang itu hutan tanaman industri sudah hutan sekunder, pohon ekaliptus, bukan hutan primer lagi. Justru itu nanti yang kita perbaiki menjadi tanaman yang asli dari Kalimantan," janji Danis.

Seperti diketahui, setidaknya pada tahap awal pemerintah bakal membangun beberapa infrastruktur dasar. Setelah dilakukan pemetaan tanah (land development), maka akan dibangun jalan sebagai konektivitas, dan lainnya.

"Kawasan istana presiden,kantor kemenko ,akses jalan menuju kipp,dan di dalam kipp,drainase pengendali banjir,air minun,sanitasi dan lainnya," pungkas Danis. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD