AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Khofifah Minta Bulog Jatim Tingkatkan Serapan Beras dari Petani

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Kamis, 25 Maret 2021 15:33 WIB
Khofifah Indar Parawansa, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jatim meningkatkan serapan beras petani dengan harga minimal sesuai HPP.
Khofifah Minta Bulog Jatim Tingkatkan Serapan Beras dari Petani. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jatim meningkatkan serapan beras petani dengan harga minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Jika saat ini serapan Bulog terhadap beras petani 1.500 ton per hari, harus ditingkatkan menjadi 2.000 ton beras per hari.

Hal itu disampaikan Khofifah usai meninjau gudang Perum Bulog Sub Divre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo, Kamis (25/3/2021). Menurutnya, peningkatan serapan beras petani oleh Bulog harus dilakukan seiring puncak panen padi yang akan tiba di akhir Maret sampai pertengahan April mendatang.

“Daerah penghasil beras mulai panen, dan harus segera diserap sebagai langkah konkrit perlindungan pemerintah pada petani. Saya juga sudah sampaikan usul ke pemerintah pusat, kalau ada beras yang harus diserap jangan sampai harganya di bawah HPP,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim itu juga minta tambahan dukungan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian untuk penyediaan dryer atau mesin pengering bagi petani. Dengan mesin ini, petani lebih mudah mengeringkan gabah. “Sehingga kandungan air yang cukup tinggi dapat terbantu,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Jatim, Khozin mengaku siap melakukan penyerapan besar petani sebanyak-banyaknya. Saat ini, Bulog Jatim masih memiliki stok beras sebanyak 210.000 ton. Dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 300.000 ton karena pihaknya terus melakukan penyerapan, baik pada hari Sabtu maupun Minggu.

“Saya yakin penyerapan beras ini akan mendukung stok nasional. Gudang kita sangat cukup. Kapasitas gudang kita sebesar 1,2 juta ton,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, produksi padi di Jatim sepanjang Januari hingga Desember 2020 sekitar 9,94 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 363.600 ton dibandingkan 2019 yang sebesar 9,58 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi terjadi pada bulan April yaitu sebesar 2,24 juta ton, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 0,27 juta ton.
 
Kenaikan produksi tersebut disebabkan kenaikan luas panen yang terjadi pada subround Mei-Agustus yang sebesar 82.290 hektar atau naik 13,48% dan pada subround September-Desember yang sebesar 54.060 hektar atau naik 19,05%. Sementara itu, penurunan produksi padi hanya terjadi pada subround Januari-April, yakni sebesar 345.760 ton GKG.

“Sektor pertanian menjadi sektor andalan penopang pertumbuhan ekonomi di Jatim, sekaligus sebagai instrumen mendorong pemulihan ekonomi,” tandas Khofifah. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD