sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

KKP Perluas Ekspor Ikan ke Turki dan China

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
23/02/2026 22:51 WIB
KKP memperluas pasar produk perikanan Indonesia di tingkat global di pasar Turki dan China.
KKP Perluas Ekspor Ikan ke Turki dan China
KKP Perluas Ekspor Ikan ke Turki dan China

IDXChannel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas pasar produk perikanan Indonesia di tingkat global di pasar Turki dan China. Hal ditandai penerbitan nomor persetujuan ekspor atau approval number bagi 57 unit pengolahan ikan (UPI) yang diusulkan.

“Dengan adanya penerbitan approval number itu, maka 57 usaha perikanan bisa melaksanakan kegiatan ekspor ikan maupun produk perikanan lainnya ke Turki dan China,” kata Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini, Senin (23/2/2026).

Dia menambahkan, proses pengusulan UPI bukan sekadar penyampaian daftar, melainkan melalui verifikasi teknis serta pengisian kuisioner sesuai persyaratan otoritas Turki dan China.

Menurutnya, UPI yang diusulkan benar-benar telah bersertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan menerapkan standar sanitasi, higiene, serta keamanan pangan asal ikan.

Dia melanjutkan, dari 56 UPI yang diajukan ke Turki, sebanyak 52 telah mendapat approval number, sementara 4 lainnya masih dalam proses verifikasi.

Adapun lima UPI yang diusulkan ke China seluruhnya langsung disetujui oleh General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).

Ishartini menambahkan, pengusulan ke Turki sangat mendesak karena negara tersebut akan segera memberlakukan sistem baru importasi, yaitu Approved Establishment System of the Republic of Türkiye (TROIS) atau Sistem Persetujuan Lembaga Ekspor Turki.

“Hanya perusahaan yang disetujui atau diberikan approval number dan terdaftar di sistem itu yang boleh melakukan ekspor ikan dan produk perikanan ke sana,” katanya.

Turki disebut sebagai pasar prospektif bagi produk perikanan Indonesia.

Data tahun 2025 menunjukkan tujuh komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut, antara lain cakalang, tuna, carrageenan (ekstrak rumput laut), sarden, lemuru, gurita, serta olahan rumput laut dengan total volume 2.600 ton senilai 4,6 juta dolar AS atau Rp78,6 miliar.

Sementara itu, China menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar dengan 1.080 jenis komoditas perikanan yang masuk ke negara tersebut.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement