AALI
9375
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2490
ACES
720
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
750
ADMF
8125
ADMG
174
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
83
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1565
AKRA
1195
AKSI
268
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.36
-0.88%
-4.74
IHSG
7051.52
-0.72%
-51.36
LQ45
1000.50
-0.81%
-8.20
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

KPPU Minta Aturan Rangkap Jabatan Komisaris di BUMN Dicabut

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Senin, 22 Maret 2021 22:10 WIB
KPPU meminta Kementerian BUMN mencabut aturan terkait rangkap jabatan petinggi BUMN di perusahaan selain BUMN. Hal ini mendorong terjadinya praktik monopoli.
KPPU Minta Aturan Rangkap Jabatan Komisaris di BUMN Dicabut (FOTO: MNC Media)
KPPU Minta Aturan Rangkap Jabatan Komisaris di BUMN Dicabut (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta aturan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memperkenankan adanya jabatan rangkap antar Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas BUMN dengan Dewan Komisaris perusahaan selain BUMN dicabut.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-10/MBU/10/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN (PermenBUMN).

Khususnya pada Bab V huruf A (Rangkap Jabatan) dalam lampiran Permen BUMN Nomor PER-10/MBU/10/2020. Peraturan tersebut ditandatangani pada 9 Oktober 2020 dan berlaku pada tanggal diundangkan, yakni 16 Oktober 2020.

Substansi rangkap jabatan antara Direksi/Komisaris diatur dalam pasal 26 Undang undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU 5/1999). 

Undang-undang tersebut melarang seseorang untuk menduduki jabatan Direksi atau Komisaris suatu perusahaan yang pada waktu bersamaan merangkap sebagai Direksi atau Komisaris perusahaan lain apabila perusahaan-perusahaan tersebut di pasar bersangkutan yang sama, atau memiliki keterkaitan erat di bidang atau jenis usaha, atau secara bersama menguasai pangsa pasar tertentu yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Rangkap jabatan ini dapat berpotensi melanggar persaingan usaha yang sehat di pasar dalam bentuk kemudahan perusahaan untuk terlibat dalam pengaturan pasar terkait harga, pasokan, pembagian wilayah, jumlah produksi, dan lainnya. 

Kemudian terkait koordinasi kesepakatan horizontal tersebut akan lebih mudah dicapai dan dijaga apabila terjadi rangkap jabatan Direksi/Komisaris antar perusahaan dalam pasar yang sama.

Lalu penyalahgunaan hambatan vertikal dengan melakukan praktik eksklusivitas, tying dan bundling serta aksi korporasi lain, yang melibatkan perusahaan dimana Direksi/Komisaris nya saling rangkap jabatan. 

Atau tindakan penguasaan pasar antar perusahaan yang kegiatan usahanya saling terkait, dimana Direksi/Komisaris perusahaan tersebut terlibat dalam rangkap jabatan.

Saat ini dalam proses penelitian di KPPU, ditemukan berbagai jabatan rangkap antara Direksi/Komisaris antar BUMN dengan perusahaan non-BUMN di berbagai sektor, seperti di sektor keuangan, asuransi, investasi ada 31 Direksi/Komisaris. Lalu di sektor pertambangan ada 12 Direksi/Komisaris dan di sektor konstruksi ada 19 Direksi/Komisaris.

"Bahkan jabatan rangkap untuk satu personil di sektor tertentu (pertambangan) dapat mencapai 22 (dua puluh dua) perusahaan," sebut Anggota KPPU, Ukay Karyadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/3/2021).

Penelitian ini, lanjut Ukay, masih terus berlangsung dan tidak tertutup kemungkinan akan diperdalam KPPU kepada proses penegakan hukum. Utamanya jika ditemukan adanya indikasi persaingan usaha tidak sehat sebagai akibat jabatan rangkap tersebut.

"Guna untuk mencegah potensi persaingan usaha tidak sehat sedini mungkin, maka KPPU telah berkoordinasi dan menyampaikan surat saran dan pertimbangan kepada Kementerian BUMN yang pada intinya menyarankan agar Kementerian BUMN mencabut ketentuan yang memperbolehkan rangkap jabatan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas dengan Dewan Komisaris Perusahaan selain BUMN tersebut," tukasnya.  

"KPPU juga menyarankan agar Kementerian BUMN memastikan personil yang menjadi Direksi/Komisaris dalam lingkup BUMN tidak dalam posisi rangkap jabatan dengan perusahaan selain BUMN, sehingga dapat mengurangi potensi pelanggaran pasal 26 dan pasal lain yang terkait dalam UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD