AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24042.51
-0.29%
-70.27
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Krisis Utang Evergrande, Perusahaan AS Blackrock Incar Peluang Obligasi

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 28 September 2021 12:51 WIB
Perusahaan Amerika Serikat BlackRock Inc mengincar peluang obligasi Evergrande yang tengah alami krisis utang.
Krisis Utang Evergrande, Perusahaan AS Blackrock Incar Peluang Obligasi(Dok.MNC Media)
Krisis Utang Evergrande, Perusahaan AS Blackrock Incar Peluang Obligasi(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan investasi raksasa multinasional asal Amerika Serikat BlackRock Inc mengincar peluang obligasi Evergrande yang tengah mengalami krisis utang.

Tim emerging-market Blackrock yang dipimpin oleh Sergio Trigo Paz menambahkan obligasi Evergrande Group ke dalam portofolio investasi mereka.

Pembelian dilakukan saat harga obligasi Evergrande berada dalam tekanan pada pertengahan September lalu, untuk mengincar peluang pertumbuhan pasca-restrukturisasi dari pemerintah China.

"Ada peluang besar untuk restrukturisasi utang atau pengambilalihan oleh perusahaan milik negara, nilai pemulihan obligasi bakal melebihi harga saat ini," tulis analis Morningstar Inc, dilansir dari Bloomberg, Selasa (28/9/2021).

Seperti diketahui, dampak krisis utang Evergrande berimbas terhadap sejumlah perusahaan investasi di negara-negara maju yang memiliki aset di China, salah satunya Blackrock Inc, disusul HSBC, UBS, dan Bluebay.

Kepala Manajer Investasi Blacrock Jean Bolvin memandang China masih bisa mengatasi krisis utang grup propertinya tersebut.

"Kami mulai berpikir sekarang saatnya untuk menginjakkan kaki kami di pasar ekuitas China," katanya dalam sebuah wawancara Bloomberg.

Dirinya memandang bahwa sejak krisis Evergrande mencuat, telah terjadi penurunan nilai ekuitas China sebesar 25% dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Blackrock bersikukuh tidak bakal mencabut dananya dari China mengingat kemungkinan adanya pelonggaran pembatasan Covid-19 dalam beberapa bulan ke depan.

"Ini adalah kesempatan yang harus dipertimbangkan," jelasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD