AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Laris Manis, Lelang SUN Tembus RP69,95 Triliun

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Selasa, 22 Juni 2021 20:21 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penawaran lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini sangat diminati. Nilainya mencapai Rp69,95 triliun.
Laris Manis, Lelang SUN Tembus RP69,95 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penawaran lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini sangat diminati. Nilainya mencapai Rp69,95 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, penawaran yang masuk dari lelang SUN pekan ini sebesar Rp69,95 triliun. 

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Deni Ridwan mengatakan incoming  bids pada lelang hari ini cukup solid di tengah kondisi pasar global dan domestik yang sedang volatile pasca rilis hasil FOMC meeting minggu lalu.

"Demand yang masuk didominasi oleh tenor 5 dan 10 tahun, yaitu sebesar 74,5 persen dari total bids," kata Deni dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Kata dia, proporsi partisipasi investor domestik meningkat pada lelang hari ini, yaitu mencapai 81,3 persen apabila dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya yang sebesar 80,9 persen dari total incoming bids. Sementara, sekitar 18,7 persen bids berasal dari investor Asing, yang utamanya berada pada tenor 5 dan 10 tahun.

"Pada lelang SUN kali ini terdapat penurunan Weigthed Average Yield (WAY) terbesar pada tenor 5 tahun yaitu mencapai 11bps dibanding pada lelang sebelumnya. Namun secara umum, terdapat kenaikan WAY Obligasi Negara yang dilelang sebesar 4-20bps dibandingkan pada lelang sebelumnya," bebernya.

Dengan mempertimbangkan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, yield /imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder, serta pemenuhan supply SUN dari pasar perdana, Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp30 triliun (bid to cover ratio sebesar 2,3 kali).

"Dengan jumlah SUN yang dimenangkan tersebut, Pemerintah tidak memerlukan penyelenggaraan lelang SUN tambahan (green shoe option). (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD