AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Lawan Varian Baru dengan Vaksin Booster, WHO: Bukan Strategi Tepat! 

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Rabu, 12 Januari 2022 13:32 WIB
WHO mengatakan bahwa mengulangi dosis booster dari vaksin Covid-19 asli bukanlah strategi yang tepat untuk melawan varian yang muncul.
Lawan Varian Baru dengan Vaksin Booster, WHO: Bukan Strategi Tepat! 
Lawan Varian Baru dengan Vaksin Booster, WHO: Bukan Strategi Tepat! 

IDXChannel - Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mengulangi dosis booster dari vaksin Covid-19 asli bukanlah strategi yang tepat untuk melawan varian yang muncul. Menurut mereka, suntikan vaksin dosis baru lebih melindungi terhadap penularan.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh kelompok penasihat Teknis WHO bidang Komposisi vaksin Covid-19 (TAG-Co-VAC). Mereka berpendapat pemberian suntikan baru dari vaksin Covid-19 terhadap varian baru cara terbaik untuk memerangi pandemi.

“Strategi vaksinasi berdasarkan dosis penguat berulang dari komposisi vaksin asli tidak mungkin tepat atau berkelanjutan," kata TAG-Co-VAC seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (12/1/2022).

Kelompok penasihat Teknis WHO mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada kebutuhan untuk memperbarui vaksin yang ada untuk lebih menargetkan varian Covid-19 yang muncul seperti Omicron.

Menurut mereka pengembangan vaksin baru tidak hanya melindungi orang yang tertular COVID-19 agar tidak jatuh sakit parah, tetapi juga lebih baik mencegah orang tertular virus sejak awal.

“Vaksin baru Covid-19 berdampak tinggi terhadap pencegahan infeksi dan penularan, selain pencegahan penyakit berat dan kematian, perlu dan harus dikembangkan,” tutur TAG-Co-VAC.

Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar pengembang vaksin harus berusaha untuk menciptakan suntikan yang mendapatkan respons imun yang luas, kuat, dan tahan lama untuk mengurangi kebutuhan akan dosis booster yang berurutan.

Menurut laporan resmi dari WHO, saai ini terdapat 331 kandidat vaksin sedang dikerjakan di seluruh dunia. Sampai vaksin baru dikembangkan, TAG-Co-VAC mengatakan komposisi vaksin Covid-19 saat ini mungkin perlu diperbarui.

Pihaknya memastikan bahwa para pengembang vaksin Covid-19 akan terus memberikan tingkat perlindungan yang direkomendasikan oleh WHO terhadap infeksi dan penyakit termasuk Omicron dan varian yang akan datang.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD