AALI
9400
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2490
ACES
720
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8150
ADMG
173
ADRO
3130
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
268
ALDO
770
ALKA
288
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.41
-0.87%
-4.68
IHSG
7052.66
-0.71%
-50.23
LQ45
1000.47
-0.82%
-8.24
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Mahfud MD Bicara Artis Kabur dari Karantina dan Suap Petugas

ECONOMICS
Indra Purnomo
Rabu, 15 Desember 2021 15:13 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD ketika menghadiri Rakornas Satgas Saber Pungli, menyingung seorang artis yang baru pulang dari luar negeri lalu kabur dari karantina.
Mahfud MD Bicara Artis Kabur dari Karantina dan Suap Petugas (FOTO: MNC Media)
Mahfud MD Bicara Artis Kabur dari Karantina dan Suap Petugas (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Poltik Hukum dan Keamanan Mahfud MD ketika menghadiri Rakornas Satgas Saber Pungli, menyingung seorang artis yang baru pulang dari luar negeri lalu kabur dari karantina dengan menyuap petugas.

Dalam sambutannya pada acara Rakornas Satgas Saber Pungli di Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021). Mahfud tidak menyebut secara langsung nama Rachel Vennya. Namun dirinya menyinggung terkait detail kasus yang sama dengan kasus yang menjerat Rachel Vennya, yakni jumlah uang yang disetorkan dan adanya oknum ASN yang terlibat. 

"Baru saja kita mendengar seorang artis lari, nggak ikut karantina, ditangkap oleh polisi, di pengadilan terbukti dia membayar Rp40 juta kepada petugas. Petugas ini pegawai swasta, tetapi nyetornya ke seorang ASN, nah itu pungli," ujar Mahfud. 

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan masih ada oknum yang berupaya mencari celah untuk pungli. Kendati demikian, Mahfud mengatakan saat ini pungli sudah mulai berkurang. "Jadi masih ada saja yang curi-curi, meskipun secara umum sudah berkali-kali saya katakan, sudah mulai atau jauh berkurang," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menegaskan bahwa meski dirinya seorang pejabat negara, dia mengaku tidak meminta dispensasi terkait kewajiban karantina kesehatan usai perjalanan dari luar negeri. "Saya juga nggak minta dispensasi. Coba bayangin orang bayar untuk tidak karantina," tegasnya.

Mahfud mengungkapkan, bahwa anak dan cucunya pulang dari Belanda beberapa waktu lalu. Kemudian, dia menyuruh mereka karantina. "Hari ini ni anak saya dan cucu saya pulang dari Netherlands saya suruh karantina. Nggak usah nyebut, bahwa kamu anak saya, karantina. Kalau mau lebih mudah teknianya saya suruh urus, kan teknisnya saja, tapi bayar. 10 hari juga," ungkap Mahfud. 

"Padahal saya sudah ingin ketemu dengan cucu, dengan anak, dengan mantu ingin kumpul. Sudah 10 hari dulu di hotel jangan keluar, kalau nanti keluar terus ada kasus, saya yang ngasih kan kamu ke aparat," sambungnya. 

Menurut Mahfud, ketaatan pasca hukum dan aturan yang berlaku harus dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, sikapnya itu merupakan bentuk ketakutan pada moral keagamaan yang diyakininya, sebagai aspek lain dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan. 

"Ya kita harus mulai dari kita sendiri, bukan karena sombong justru karena takut, takut pada itu tadi. Hukum sih mungkin bisa diatur, tolong deh salah-salah kecil kan bisa diindustrrikan, tapi moral nggak bisa," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD