IDXChannel - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengaku kementeriannya masih menghadapi tantangan fiskal yang serius pada 2027. Itu lantaran pagu indikatif yang diterima untuk tahun anggaran tersebut baru mencapai Rp1,48 triliun.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengatakan jika jumlah Rp1,48 triliun belum cukup untuk mendukung aktivitas inti (core business) terkait pelayanan jamaah.
Anggaran sebesar Rp1,48 triliun tersebut saat ini hanya dialokasikan untuk belanja pegawai, biaya operasional dasar perkantoran, serta pembangunan infrastruktur melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
"Di situ belum ada besaran anggaran untuk teknis penyelenggara ibadah haji dan umrah yang ditempatkan pada unit teknis direktorat jenderal dan inspektorat jenderal," kata Menhaj saat rapat bersama Komisi VIII DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
"Ruang fiskal yang tersedia belum sepenuhnya mampu mendukung aktivitas inti atau core business penyelenggaraan ibadah haji dan umrah," sambungnya.