AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Menperin: 2020, Tahun Terburuk Bagi Industri Otomotif RI

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Senin, 01 Maret 2021 17:37 WIB
Pandemi virus Covid-19 memberikan dampak anjloknya penjualan industri otomotif.
Menperin: 2020, Tahun Terburuk Bagi Industri Otomotif RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi virus Covid-19 memberikan dampak anjloknya penjualan industri otomotif. Bisa disebut, pada tahun lalu merupakan tahun terburuk dalam sejarah industri otomotif sejak 2008.

Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan stimulus pajak penjualan atas kendaraan mewah (PPnBM) nol persen. Tujuannya, agar pemulihan ekonomi nasional bisa berjalan dengan cepat. Sebab, Industri manufaktur mempunyai peran yang cukup signifikan bagi perekonomian yang memberikan kontribusi sebesar 19 persen terhadap PDB. 

"Ini kondisi terburuk bagi industri otomotif setelah tahun 2008. Ini kondisi terburuk yang harus kita kejar," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/3/2021)

Ia menjelaskan bahwa industri otomotif sangat terpuruk saat terjadi pandemi covid-19. Pada 2020 produksi industri otomotif turun hingga 46 persen. Sementara untuk penjualan juga turun mencapai 48 persen.

“Kebijakan ini untuk mendorong pemulihan ekonomi lewat industri bisa lebih cepat. Nendang kalo istilahnya“Jelasnya

Ia menuturkan, bahwa pada September hingga Desember 2020 penjualan otomotif sudah mengalami rebound atau pertumbuhan. Namun, rebound tersebut ternyata belum stabil. 

"Memang dalam datanya penjualan dari bulan September sampai dengan Desember itu relatif membaik ada rebound.Tapi di bulan Januari kembali menurun. Jadi belum stabil dari rebound penjualan otomotif. Rebound ini juga belum mengejar keterpurukannya" ujarnya

Ia berharap, dengan diskon PPnBM ini dapat meningkatkan penjualan mobil di tanah air sehingga pabrik - pabrik industri otomotif bisa menggeliat kembali. Pasalnya, Industri otomotif dan pendukungya itu menyumbang tenaga kerja sebesar 1,5 juta tenaga kerja dan rata - rata berkontribusi Rp 700 triliun terhadap PDB.

 "diskon ini diharapkan bisa untuk menjum-start ekonomi, karena pulihnya produksi dan penjualan otomotif akan memiliki multiplayer efek ke industri lainnya" tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD