AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
186
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1430
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
168
AHAP
71
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
795
ALDO
1365
ALKA
308
ALMI
290
ALTO
250
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.01
1.04%
+5.23
IHSG
6690.56
0.96%
+63.69
LQ45
953.17
1.04%
+9.83
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Menperin Optimis PMI Manufaktur Bisa Tumbuh hingga 5 Persen di Akhir 2021

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 02 Desember 2021 07:19 WIB
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November yang menempati posisi 53,9 sesuai dengan laporan IHS Markit.
Menperin Optimis PMI Manufaktur Bisa Tumbuh hingga 5 Persen di Akhir 2021 (FOTO:MNC Media)
Menperin Optimis PMI Manufaktur Bisa Tumbuh hingga 5 Persen di Akhir 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sektor industri manufaktur di tanah air masih berada dalam tahap ekspansi. Hal ini terlihat dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November yang menempati posisi 53,9 sesuai dengan laporan IHS Markit. 

“Pemerintah bertekad untuk terus menjaga iklim usaha yang kondusif. Investasi dan produktivitas sektor industri tetap dijaga dengan baik agar bisa terus berjalan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (1/12/2021). 

Menperin pun optimistis, sepanjang 2021 ini, industri akan tumbuh sebesar 4-5% apabila tidak ada gejolak kasus atau gelombang susulan dari dampak pandemi Covid-19.  

Beberapa indikator yang menujukkan bahwa kinerja sektor industri nasional masih gemilang, antara lain pada capaian nilai ekspornya.  

Sepanjang Januari-Oktober 2021, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sebesar USD143,76  miliar atau meningkat 35,53% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, memberikan kontribusi terbesar hingga 77,16% dari total nilai ekspor nasional selama sepuluh bulan tahun ini yang mencapai USD186,32 miliar. 

"Capaian positif lainnya tercatat pada penerimaan pajak sektor industri pengolahan yang tumbuh 14,6% pada Januari-Oktober 2021. Penerimaan pajak tersebut memberikan kontribusi paling besar hingga 29,8% pada periode yang sama," paparnya. 

Merujuk laporan IHS Markit, selama tiga bulan berturut-turut, produksi sektor manufaktur di Indonesia masih mengalami ekspansi seiring dengan dampak Covid-19 yang kian berkurang.  

Output dan permintaan baru juga terus naik pada kisaran kuat. Bahkan, kenaikan lebih lanjut terlihat pada aktivitas pembelian di tengah perbaikan permintaan pasar. Bila dilihat datanya, hanya dua bulan saja PMI Indonesia berada dalam kondisi kontraktif. 

Menanggapi hasil survei terkini, Jingyi Pan selaku Economics Associate Director IHS Markit mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan November menurun dari rekor laju bulan Oktober, namun masih bertahan kuat untuk menandakan pemulihan berkelanjutan dari gelombang COVID-19 Delta

“Perusahaan juga terus memperluas kapasitas tenaga kerja mereka dan meningkatkan aktivitas pembelian di tengah harapan kenaikan output di masa mendatang, yang mana merupakan tanda positif," ujarnya Jingyi Pan dalam keterangan tertulis. 

"Namun demikian, tingkat perpanjangan waktu pengiriman dari pemasok yang berkurang pada bulan November, kemungkinan menggambarkan tanda-tanda perbaikan menuju akhir tahun,” ungkapnya. 

IHS Markit mencatat, sentimen bisnis secara keseluruhan bertahan positif pada November, namun turun ke posisi terendah dalam 18 bulan. Responden survei secara umum berharap bahwa pemulihan ekonomi dari gelombang Covid-19 Delta akan terus berlanjut, namun beberapa di antaranya masih khawatir dengan dampak pandemi ini. 

PMI Manufaktur Indonesia pada November ini melampaui PMI manufaktur negara-negara di Asia Tenggara. PMI Manufaktur ASEAN berada di level 52,3. PMI Manufaktur Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan PMI Manufaktur Korea Selatan (50,9) dan PMI Manufaktur China (49,9).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD