Bahlil meminta masyarakat tak memanfaatkan situasi dengan menjual BBM dan mematok harga tinggi. Dia memastikan aka terus mengawasi ketersediaan BBM di lapangan.
"Jangan sampai masih ada yang ngantri di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk ngangkut, tetapi itu habis itu diantri, habis itu dijual lagi. Ya, ini saya tinjau terus lapangan," kata Bahlil.
"Saya mohon dalam kondisi kayak begini, saudara-saudara saya sebangsa dan setanah air, kita harus sama-sama bijak untuk bagaimana menghadapi krisis global yang ada," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)