AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Minta UU Cipta Kerja Dibatalkan, KSPI Akan Geruduk Gedung MK Pagi ini

ECONOMICS
Fahreza Rizky/Okezone
Rabu, 21 April 2021 07:23 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Mahkamah Konsitusi (MK), Rabu (21/4/2021) mulai pukul 09.00 WI
Minta UU Cipta Kerja Dibatalkan, KSPI Akan Geruduk Gedung MK Pagi ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Mahkamah Konsitusi (MK), Rabu (21/4/2021) mulai pukul 09.00 WIB. KSPI meminta hakim MK untuk membatalkan omnibus law Undang-undang cipta kerja (UU Cipta Kerja) nomor 11 tahun 2020.

Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan aksi tersebut juga bertepatan dengan jadwal sidang uji formil atau judisial review terkait UU Cipta Kerja.

Iqbal menambahkan unjuk rasa serentak di 1.000 pabrik, 150 Kabupaten/Kota, dan 20 provinsi ini akan diikuti puluhan ribu buruh. Di Jakarta, aksi dipusatkan di Gedung Mahkamah Konstitusi. Sementara itu di daerah, aksi dilakukan di depan Kantor Bupati/Wali Kota atau Kantor Gubernur.

"Aksi buruh 21 April ini akan diikuti lebih dari 10.000 orang buruh dari 1.000 pabrik di seluruh Indonesia," kata Iqbal melalui keterangan tertulis yang diterima MNC Portal. 

Pihaknya berjanji bakal patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) selama aksi berlangsung. 

"Kemudian kita akan menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan dari petugas yang berwenang dan Satgas Covid-19," tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD