AALI
9725
ABBA
290
ABDA
7475
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
195
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1360
AGRO-R
0
AGRS
171
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
790
AKSI
820
ALDO
1395
ALKA
334
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.85
-0.54%
-2.71
IHSG
6604.22
-0.15%
-9.84
LQ45
940.22
-0.49%
-4.60
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Miris, Tujuh Proyek Bendungan di Sumut Mangkrak Sejak 2004

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Sabtu, 06 November 2021 14:23 WIB
Tujuh proyek bendungan di Sumut yang dicanangkan sejak 2004 masih mangkrak.
Miris, Tujuh Proyek Bendungan di Sumut Mangkrak Sejak 2004 (Dok.MNC Media)
Miris, Tujuh Proyek Bendungan di Sumut Mangkrak Sejak 2004 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak 7 rencana pembangunan bendungan (waduk) telah dibuat di Sumatera Utara sejak 2004 lalu. Namun hingga saat ini, 1 pembangunan pun belum selesai dikerjakan alias mangkrak

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengaku miris dengan kondisi tersebut. Menurut Edy, pembangunan bendungan menjadi salah satu kebutuhan yang akan memberikan berbagai dampak positif dalam berbagai sektor di Sumatera Utara. Namun, hal tersebut belum dapat dirasakan seiring belum tuntasnya proyek pengerjaan bendungan yang perencanaan dan pengerjaannya sudah berlangsung belasan tahun.

"Seperti Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang yang sampai sekarang belum selesai pengerjaannya," kata Edy, Sabtu (6/11/2021).

Edy kemudian membandingkan kondisi di Sumut dengan daerah besar seperti Jawa Timur yang telah memiliki 35 waduk, Jawa Barat 10 waduk, Jawa Tengah ada 16. 

"Kita dari 2004 sampai sekarang seharusnya ada 7, tapi 1 pun belum selesai," tukasnya.

Menurut Edy, pembangunan bendungan dilakukan lewat kajian yang mendalam. Sehingga pembangunannya dipastikan akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah tempat pembangunannya berada.

"Artinya itu akan mengairi pertanian, cadangan bahan baku air bersih yang kalau selesai itu volumenya mencapai 3 ribu liter per detik, fungsi kontrol banjir, hingga ada fungsi pariwisata disitu," ungkapnya.

Karena itulah menurut Edy, dalam kunjungannya ke Lau Simeme beberapa hari lalu ia menekankan agar seluruh pihak mendukung pembangunan bendungan tersebut. Tidak hanya itu, ia juga berharap adanya dukungan yang sama terhadap rencana pembangunan bendungan di Kabupaten Karo.

"Di sana itu kalau ada bendungannya, maka hasil pertaniannya akan meningkat 10 kali lipat disana," pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD