IDXChannel - Perum Bulog mengungkapkan modus pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium. Beras tersebut diketahui dibeli melalui aplikasi resmi Klik SPHP.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, proses pembelian beras melalui aplikasi Klik SPHP sebenarnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Namun, beras yang telah dibeli tersebut kemudian diduga disalahgunakan oleh pelaku yang merupakan oknum pemilik Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog.
"Kami temukan oknum yang membeli beras tersebut melalui program Klik SPHP. Jadi proses pembeliannya itu sesuai prosedur, ya. Proses pembeliannya melalui Klik SPHP sesuai prosedur," kata Rizal dalam konferensi pers, Jakarta, dikutip Jumat (30/10/2026).
Menurut Rizal, aplikasi Klik SPHP digunakan oleh RPK maupun pengecer pasar yang telah terdaftar dalam sistem Bulog. Setiap pembeli memiliki data identitas yang tercatat, baik di kantor Bulog daerah maupun pusat.
Data tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi Bulog untuk mengidentifikasi pelaku pengemasan ulang beras SPHP di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Rizal menerangkan, pengungkapan kasus bermula dari informasi pihak kepolisian mengenai adanya praktik pengemasan ulang beras SPHP menjadi kemasan 50 kilogram (kg).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Bulog langsung melakukan penelusuran ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pihak yang terlibat. Penelusuran dilakukan melalui nomor polisi truk yang digunakan untuk mengangkut beras tersebut.
"Jadi setelah mendapatkan informasi dari Pak Kapolres, kami langsung ke TKP mendalami siapa oknumnya dan lain sebagainya, sampai kami mendapatkan nomor pelat mobil truk yang membawa beras tersebut. Nah, dengan data nomor pelat mobil truk tersebut, kami telusuri ke kantor Bulog DKI," kata dia.
Dari hasil penelusuran, Bulog menemukan rekaman kamera pengawas (CCTV) serta dokumen surat jalan yang mencatat aktivitas keluar masuk beras. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan catatan pemasaran internal Bulog untuk mengidentifikasi pemilik RPK yang melakukan pembelian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bulog berhasil mengidentifikasi seorang pemilik RPK berinisial RH. RH diketahui merupakan seorang wiraswasta yang terdaftar sebagai mitra RPK Bulog.
Tim Satuan Pengawasan Internal (SPI) Bulog kemudian mendatangi alamat RH di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, yang bersangkutan tidak ditemukan di kediamannya.
"Setelah dicek ternyata yang bersangkutan tidak ada di rumah, dan rumahnya sedang dibongkar. Nah, kemudian dari nomor handphone yang kami miliki kami hubungi yang bersangkutan. Nah, setelah kami hubungi, kami tracking dengan teman-teman Polri, alhamdulillah oknum RH tersebut kami tangkap," ujarnya.
(Dhera Arizona)