AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Modus Penipuan Online Atas Nama Bea Cukai Incar Warga yang Baru Melek Digital

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Senin, 18 Oktober 2021 11:28 WIB
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan online.
Modus Penipuan Online Atas Nama Bea Cukai Incar Warga yang Baru Melek Digital
Modus Penipuan Online Atas Nama Bea Cukai Incar Warga yang Baru Melek Digital

IDXChannel - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan tak hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan online yang langsung berhubungan dengan pelaku.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat mengatakan, memang ada beberapa modus penipuan online atas nama Bea Cukai yang kian menyasar masyarakat daerah yang baru mulai mengenal dunia digital.

"Permasalahannya adalah walaupun sudah gencar melakukan sosialisasi penipuan ini ternyata belum menjangkau masyarakat tertentu di daerah, kemudian mereka juga baru melakukan di dunia multimedia dan memanfaatkan situasi pandemi," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (18/10/2021).

Modus penipuan online atas nama Bea Cukai biasanya diawali dengan transaksi jual beli online, misalnya ada barang kiriman luar negeri. Selain itu ada modus bahwa barang tersebut ditahan oleh Bea Cukai karena ilegal, lalu orang tersebut diminta bayar denda dan diberikan nomor rekening langsung oleh pelaku.

"Jadi pada dasarnya mereka melakukan tekanan terhadap masyarakat yang masuk kedalam jerat, mereka melakukan intimidasi dengan mengatakan yang bersangkutan melakukan transaksi ilegal seperti penyelundupan maka akan ditangkap. Pelaku meminta transfer langsung," ujarnya.

Pada dasarnya, kata Syarif, penipuan ini sifatnya klasik. Sudah ada sejak dulu, misalnya saat Facebook mulai beredar. Apalagi saat ini muncul berbagai sosial media dengan pengguna baru setiap hari, korban tak ayal makin banyak.

"Penipuan seperti ini klasik, mulai muncul satu persatu, tapi permasalahannya ada bahwa yang sudah tertipu ini banyak yang baru masuk sosial media. Tapi tentunya korban berbeda dari waktu ke waktu," jelasnya.

Syarif membeberkan fakta bahwa pengaduan yang masuk ke Bea Cukai saat ini sudah mencapai ribuan kasus. Rata-rata bulan ini saja 1.700 masyarakat sudah mengaku tertipu dengan berbagai modus.

Untuk itu masyarakat diimbau memastikan sendiri status atau tagihan bea masuk dan pajak barang yang dikirim. Pengecekan bisa dilakukan dengan menghubungi BRAVO Bea Cukai di nomor 15000225 atau melalui website beacukai.go.id. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD