NTP hortikultura melonjak 6,88 persen, dari 129,50 pada September menjadi 138,41 pada Oktober 2026. Kenaikan ini terutama didorong membaiknya harga cabai merah, tomat, dan cabai rawit yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan petani hortikultura.
Ateng menyatakan, harga yang diterima petani hortikultura meningkat 7,12 persen, sedangkan harga barang dan jasa yang dibayar hanya naik 0,32 persen. Selisih pertumbuhan tersebut membuat NTP hortikultura mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan subsektor lainnya.
“Komoditas yang dominan memengaruhi indeks harga yang diterima petani hortikultura terutama cabai merah, tomat, dan cabai rawit,” kata Ateng.
Selain hortikultura, penguatan NTP juga terjadi pada subsektor tanaman pangan yang naik 1,07 persen dari 119,24 menjadi 120,52. Adapun NTP tanaman perkebunan rakyat meningkat 0,30 persen dari 171,67 menjadi 172,18.