AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
14599.59
-0.46%
-67.73
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Omicron Kian Mengganas, Luhut Enggak Perlu Panik, Kita Semua Siap

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 17 Januari 2022 09:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui peningkatan kasus Omicron di Indonesia terus meningkat.
Omicron Kian Mengganas, Luhut Enggak Perlu Panik, Kita Semua Siap. (Foto: MNC Media)
Omicron Kian Mengganas, Luhut Enggak Perlu Panik, Kita Semua Siap. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui peningkatan kasus Omicron di Indonesia terus meningkat. Namun, dia memastikan agar masyarakat tidak perlu panik karena semua penanganan sudah cukup siap.

Akan tetapi, Luhut meyakini jumlah kasus Omicron akan terus meningkat dan bertambah naik di Indonesia. Pemerintah pun berupaya melakukan antisipasi agar kasus tidak melonjak secara drastis seperti di Amerika yang mencapai 1,3 juta paparan per hari.

“Kita saat ini menghadapi omicron, dan virus ini pasti akan terus naik, tapi tinggal kita tuh, naiknya jangan sampai kaya Amerika yang sehari 1,3 Juta. Kita gak mau gitu,” kata Menko Luhut dalam talkshow virtual, dikutip Senin (17/1/2022). 

Dengan demikian Luhut bersama Presiden dan sejumlah kementerian dan lembaga lain terus dengan konsisten melakukan sejumlah rapat koorfinasi agar tak terjadi seperti di Amerika.

“Gimana penanganannya pak Luhut, saya bilang ke Presiden gak ada perlu panik karena kita semua siap, rumah sakit siap, obat siap, semua siap dan vaksinasi juga terus siap dan terus kita akan evaluasi,” urainya.

Pemerintah menekankan yang dibutuhkan saat ini adalah kepatuhan dan kedisiplinan dari masing-masing masyarakat khususnya dalam menegakan protokol kesehatan.

“Ayo kita kompak, menghadapi ini karena ini musuh bersama kita. Gak ada urusan agama, suku, jenderal, kopral, menteri semuanya sama jadi jangan merasa paling kebal semua nya harus bertanggung jawab,” tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD