AALI
8875
ABBA
240
ABDA
6025
ABMM
4360
ACES
620
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
785
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
3910
AGAR
302
AGII
2550
AGRO
635
AGRO-R
0
AGRS
103
AHAP
108
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1505
AKRA
1360
AKSI
324
ALDO
700
ALKA
294
ALMI
364
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.07
-1.08%
-5.84
IHSG
7107.49
-0.99%
-71.10
LQ45
1015.31
-1.01%
-10.33
HSI
17927.82
-0.03%
-5.45
N225
26567.55
-2.16%
-586.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
794,490 / gram

Orang RI Bisa Bikin Aplikasi Setara Google hingga Youtube, Tapi…

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 10 Agustus 2022 06:30 WIB
Para ahli-ahli IT di Indonesia bisa membuat mesin pencarian layaknya Google, bisa juga membuat aplikasi seperti Youtube, Instagram dan Facebook.
Orang RI Bisa Bikin Aplikasi Setara Google hingga Youtube, Tapi… (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Orang RI Bisa Bikin Aplikasi Setara Google hingga Youtube, Tapi… (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Para ahli-ahli IT di Indonesia bisa membuat mesin pencarian layaknya Google, bisa juga membuat aplikasi seperti Youtube, Instagram dan Facebook, tapi tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat, aplikasi tersebut tidak akan mampu bersaing.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengungkapkan, kurangnya dukungan pemerintah terutama dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadikan aplikasi-aplikasi yang dibangun oleh anak bangsa tidak punya daya saing. 

Heru menceritakan bahwa juga sempat membuat aplikasi tandingan YouTube, namun tidak ada respon lanjutan dari pemerintah untuk mengembangkannya, sebab jika menggunakan pengeluaran lewat kantong pribadi cukup mahal untuk mengembangkannya.

"Saya sendiri bisa menghadirkan pengganti Youtube jika diperlukan karena pernah membangun aplikasi bukugambar yang memang sayang waktu itu kalah bersaing dengan Youtube dan kurang mendapat dukungan dari pemerintah," ujar Heru saat dihubungi MNC Portal, dikutip Rabu (10/8/2022).

Menurutnya bukan hanya pemerintah, dukungan dari masyarakat untuk menggunakan aplikasi buatan dalam negeri juga sangat dibutuhkan. Memang sebuah aplikasi kedepannya perlu pengembangan, sehingga sulit jika langsung mengahdirkan aplikasi yang langsung setara seperti google maupun YouTube.

"Karena kan Menkominfo pak Plate kurang mendukung hadirnya aplikasi baru yang sama dengan sudah ada seperti Google, Whatsapp, Facebook. Padahal, kita perlu memiliki yang asli lokal agar kita tidak berketergantungan dengan aplikasi asing tersebut," kata Heru.

Disamping itu, Heru juga menceritakan bahwa sebetulnya sejak tahun 2014 silam, setelah sempat kunjungan pendiri Facebook ke Indonesia, pemerintah sudah sempat menyatakan tidak perlu membuat media sosial serupa.

"Kita berjuang membuat aplikasi, tapi karena Menkominfo saat itu mengatakan tidak perlu dan tidak mendukung ya kita melemah. Karena tanpa dukungan besar pemerintah misal membatasi aplikasi asing, lokal hanya jadi penonto," kata Heru.

Sama halnya seperti masalah pangan, infrastruktur digital juga perlu penguatan. Sebab saat ini kondisi global serba tidak menentu, maka perlu mitigasi yang seharusnya dilakukan pemerintah.

Contohnya ketika beberapa Negera menyetop pasokan gandum ke Indonesia, maka saat ini Indonesia sendiri dilanda ancaman kenaikan harga mie instan, hal tersebut membuat pemerintah mulai mencari alternatif lain.

Langkah pemerintah dalam menegaskan aturan yang ada dengan meminta beberapa aplikasi yang belakangan di blokir seharusnya bisa menjadi kaca untuk pemerintah sendiri, bahwa aplikasi besar juga tidak menjadikan Indonesia sebagai konsumen utama. 

Disamping itu menurut Heru langkah pemerintah dalam menegaskan aturan tersebut celakanya tidak lebih dahulu dimitigasi dengan membuat aplikasi substitusi serupa.

"Jangan sampai nanti masyarakat nangis dan melawan pemerintahnya sendiri karena misal aplikasi asing itu disetop oleh mereka sendiri atau karena tidak patuhi aturan regulasi disetop oleh pemerintah, karena tidak ada layanan sejenis," tutup Heru. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD