Sementara itu, BI perlu memberi sinyal yang jelas soal kemungkinan menahan penurunan suku bunga untuk mempertahankan nilai rupiah.
Dalam jangka pendek, Fitch memperingatkan bahwa outlook negatif berpotensi memperlemah prospek Indonesia, mendorong premi risiko negara naik, dan menekan harga obligasi.
Meski demikian, di paruh kedua tahun, kenaikan imbal hasil bisa menarik kembali investor, menekan yield dan menstabilkan pasar.
Risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik Timur Tengah atau Teluk, juga berpotensi menambah tekanan, sehingga BI kemungkinan menahan laju pelonggaran moneter hingga ada konsolidasi fiskal yang nyata. (Aldo Fernando)