AALI
10325
ABBA
414
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1485
ACST
286
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1195
ADMF
0
ADMG
230
ADRO
1860
AGAR
0
AGII
1535
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
212
AHAP
64
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4420
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
260
ALMI
0
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
520.34
0.26%
+1.33
IHSG
6671.24
0.19%
+12.48
LQ45
979.01
0.26%
+2.58
HSI
25516.82
0.42%
+107.07
N225
29153.64
0.44%
+128.18
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
801,473 / gram

Pembelian Kapal Selam Batal, Prancis Tarik Dubes hingga Batalkan Pertemuan Bilateral

ECONOMICS
Ahmad islamy/inews
Senin, 20 September 2021 07:52 WIB
Prancis membatalkan pertemuan menteri pertahanannya dengan menhan Inggris.
Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Prancis membatalkan pertemuan menteri pertahanannya dengan menhan Inggris. Keputusan itu menyusul pembatalan kontrak pembelian kapal selam rancangan Prancis oleh Australia, baru-baru ini. 

The Guardian melaporkan, Menhan Prancis Florence Parly dan Menhan Inggris Ben Wallace dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral di London dan berpidato di Dewan Prancis-Inggris selama dua hari pada pekan ini. Akan tetapi, acara tersebut telah ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelum pembatalan KTT Pertahanan Prancis-Inggris tersebut, Paris sudah lebih dulu menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia. Langkah itu diambil Paris setelah Australia membatalkan kontrak pembelian 12 kapal selam Prancis oleh Australia yang telah diteken sejak 2016. 

Nilai kontrak kala itu mencapai 40 miliar dolar AS (Rp570,5 triliun). Sebagai gantinya, Australia memutuskan untuk membeli sedikitnya delapan kapal selam bertenaga nuklir rancangan Amerika Serikat yang teknologinya juga dibantu Inggris. Rencana pembelian kapal selam nuklir itu tertuang dalam kesepakatan trilateral antara Australia, AS, dan Inggris.

Sementara, Perdana Menteri Australia Scott Morrison membela keputusannya itu. Dia mengatakan tidak menyesali langkah yang telah diambil pemerintahnya, karena tujuannya adalah memprioritaskan kepentingan nasional Australia. 

Adapun Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, hanya mengatakan bahwa hubungan negaranya dengan Prancis sampai sejauh ini masih “kokoh". (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD