sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Tarik Utang Rp744 Triliun, Ada Sisa Lebih Pembiayaan Rp48,9 Triliun

Economics editor Anggie Ariesta
08/01/2026 18:39 WIB
Wamenkeu Thomas Djiwandono mengungkapkan total pembiayaan yang ditarik hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp744 triliun.
Pemerintah Tarik Utang Rp744 Triliun, Ada Sisa Lebih Pembiayaan Rp48,9 Triliun. (Foto: Aldhi Chandra/iNews Media Group)
Pemerintah Tarik Utang Rp744 Triliun, Ada Sisa Lebih Pembiayaan Rp48,9 Triliun. (Foto: Aldhi Chandra/iNews Media Group)

Kelebihan pembiayaan ini berfungsi sebagai bantalan fiskal (buffer) untuk menjaga likuiditas pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di awal tahun anggaran 2026.

Secara komposisi, sumber pembiayaan APBN 2025 didominasi oleh penarikan utang baru, namun realisasinya masih terkendali di bawah pagu anggaran yakni Pembiayaan Utang dengan realisasi sebesar Rp736,3 triliun, atau mencapai 94,9 persen dari target pagu sebesar Rp775,9 triliun.

Sementara itu, Pembiayaan Non-Utang tercatat sebesar Rp7,7 triliun. Hasil ini tergolong sangat tinggi karena dalam asumsi awal APBN, sektor non-utang diproyeksikan menjadi pengurang (minus) sebesar Rp159,7 triliun.

Meskipun defisit melebar ke angka Rp695,1 triliun, melewati target awal UU APBN yang sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen dari PDB, pemerintah menegaskan bahwa strategi pembiayaan tetap dijalankan secara terukur.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan tanpa terkendala masalah likuiditas kas negara.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement