IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pemulihan infrastruktur pasca bencana di Sumatera Utara (Sumut) akan rampung secara bertahap pada 2027 hingga 2028 mendatang.
Menteri PU Dody Hanggodo melaporkan, saat ini pemulihan infrastruktur konektivitas telah dilakukan untuk 274 lokasi yang terdampak bencana, ditargetkan sebanyak 99 lokasi prioritas diselesaikan pada 2026, sementara sisanya dirampungkan 2 tahun ke depan.
"Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Penanganan infrastruktur dilakukan pada 5 klaster koridor utama jalan nasional dengan panjang ruas jalan mencapai 500 km. Pekerjaan tanggap darurat dilaksanakan sejak November 2025 dan telah selesai pada Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi rekonstruksi.
Secara keseluruhan progres pekerjaan penanganan pasca bencana pada seluruh klaster mencapai 18,31 persen, atau sebanyak 45 lokasi yang dilaksanakan secara permanen.
Secara rinci, klaster 1 meliputi ruas Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan sepanjang 105,55 km pada 52 titik terdampak. Tahun 2026 ditangani pada 22 titik, dimana saat ini progres pekerjaan telah mencapai 14,10 persen.
Klaster 2 ruas Batas Aceh–Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 131,19 km, pada 69 titik terdampak. Pada 2026 ditangani 33 titik, di mana saat ini sedang proses konstruksi di 14 lokasi dengan progres 21,50 persen.
(Febrina Ratna Iskana)