AALI
12750
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3260
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
665
ADMF
8050
ADMG
192
ADRO
3320
AGAR
356
AGII
1950
AGRO
970
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
288
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.73
1.22%
+6.60
IHSG
6946.24
1.8%
+122.91
LQ45
1021.25
1.29%
+13.04
HSI
20470.86
1.74%
+350.18
N225
26712.36
1.17%
+309.52
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Peneliti Jepang Ungkap Kaitan Omicron dengan Hepatitis Akut Misterius

ECONOMICS
Kevi Laras
Minggu, 15 Mei 2022 10:25 WIB
Upaya untuk mencari asal muasal hepatitis akut pada anak terus dilakukan sejumlah peneliti di dunia.
Peneliti Jepang Ungkap Kaitan Omicron dengan Hepatitis Akut Misterius. (Foto: MNC Media)
Peneliti Jepang Ungkap Kaitan Omicron dengan Hepatitis Akut Misterius. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Upaya untuk mencari asal muasal hepatitis akut pada anak terus dilakukan sejumlah peneliti di dunia. Dalam perkembangan terbaru, peneliti Jepang menemukan adanya kaitan antara omicron dengan hepatitis akut misterius.

Hal tersebut disampaikan oleh Profesor Universitas Kyoto Hiroshi Nishiura kepada dewan penasihat virus corona kementerian. Dia menjelaskan negara dengan jumlah besar terinfeksi omicron seperti, Inggris dan Amerika Serikat ditemukan dan melaporkan jumlah kasus hepatitis anak yang juga relatif lebih tinggi.

“Kita tidak dapat memungkiri kemungkinan bahwa infeksi dengan omicron ada kaitannya dengan terjadinya hepatitis berat pada anak-anak,” ujar Nishiura dalampresentasi di kementerian dilansir Japan Times, Minggu (15/5/2022).

Lebih lanjut, Nishiura mengatakan jika balita dan bayi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin virus corona. Justru mereka mungkin lebih berisiko terjangkit hepatitis parah, setelah terinfeksi adenovirus.

Hal tersebut terjadi apabila mereka berada di negara-negara dengan infeksi Covid-19 skala besar terjadi. Kendati itu, dia menyadari bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membangun hubungan sebab akibat antara infeksi omicron dan hepatitis anak.

Dalam penelitian, yang segera diterbitkan dalam jurnal akademik, tim Nishiura melihat hubungan antara jumlah kumulatif kasus omicron di 38 negara OECD dan Rumania antara 1 Desember dan 27 April dan jumlah kemungkinan kasus anak parah yang dilaporkan.

Sekadar informasi, WHO menerima laporan pertama dari 10 kasus hepatitis yang tidak dapat dijelaskan pada anak di bawah usia 10 tahun di Skotlandia pada 5 April. Dalam hipotesis penelitian, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengungkap adanya virus Adenovirus dalam ditemukan, dalam kebanyakan kasus Hepatitis akut misterius ini.

“Saat ini, hipotesis utama tetap yang melibatkan adenovirus dengan juga masih merupakan pertimbangan penting tentang peran Covid juga, sebagai koinfeksi atau infeksi masa lalu,” Philippa Easterbrook, seorang ilmuwan dengan program hepatitis global WHO , mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD