AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Pengadaan 23 Pesawat Rugikan Garuda (GIAA) Rp8,8 Triliun

ECONOMICS
Erfan Maruf
Selasa, 28 Juni 2022 08:32 WIB
Kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terjadi karena tingginya nilai pengadaan 23 pesawat yang mencapai Rp8,8 triliun.
Pengadaan 23 Pesawat Rugikan Garuda (GIAA) Rp8,8 Triliun. (Foto: MNC Media)
Pengadaan 23 Pesawat Rugikan Garuda (GIAA) Rp8,8 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terjadi karena tingginya nilai pengadaan pesawat. Tercatat pengadaan 23 pesawat mengakibatkan kerugian negara hingga Rp8,8 Triliun. 

Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menjelaskan bahwa satu fakta terkait korupsi di tubuh maskapai Garuda Indonesia karena tingginya pengadaan pesawat ATR 70-600 dan CRJ-1000 Garuda Indonesia. 

Akibat peristiwa tersebut, jumlah kerugian negara mencapai sekitar Rp 8,8 triliun. Kerugian disebabkan biaya penyediaan pesawat tersebut yang jauh di atas batas normal.

"Perhitungan kami bahwa kasusnya ini ada audit perhitungan kerugian negara ini dalam kasus pengadaan pesawat CRJ (CRJ-1000) dengan ATR (ATR 70-600), ada 23 pesawat ini pengadaannya yang nilainya terlalu tinggi," kata Ateh dalam konferensi pers dikutip, Selasa (28/6/2022).

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD