Selain memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, APBN 2025 juga dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya risiko global akibat fragmentasi perdagangan dan tensi geopolitik. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi yang tetap meningkat, serta inflasi yang terjaga di level 2,92 persen.
Purbaya mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia sekaligus menunjukkan efektivitas bauran kebijakan pemerintah. APBN, kata dia, berfungsi sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara pada 2025 mencapai Rp2.765,13 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp3.435,46 triliun. Defisit APBN tetap terkendali di level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp670,34 triliun.
(NIA DEVIYANA)