Sebaliknya, dukungan serupa belum diterapkan pemerintah bagi developer di dalam negeri. Meski, developer membutuhkan capital besar untuk bisa menghasilkan hunian yang layak bagi MBR.
“Ini kita dorong terus, bagaimana konsep perumahaan ini, apa dukungan pemerintah? Dan memang saya selama 2-3 tahun ini sama Pak Budi, Pak Nixon bingung juga, karena ekosistem perumahan ini banyak pemainnya. Ada Bapertarum, segala macam, tapi produk pendanaan developer-nya gak ada,” kata Tiko saat ditemui wartawan di Jakarta Barat, Senin (13/5/2024).
Dia mengakui, pendanaan dalam bisnis perumahan masih menghadapi tantangan. Sekalipun ada Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.
Karena itu, Tiko menyebut ada usulan agar konsep FLPP direvisi dan bisa menyerupai skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan subsidi bunga. Soal ini beberapa pihak terkait sudah duduk bersama untuk membahas hal yang dimaksudkan.