sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengembang Minta Pemerintah Berikan Insentif Setara Rumah Subsidi Imbas Kenaikan BI Rate

Economics editor Rohman Wibowo
21/06/2026 22:35 WIB
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate dari 5,5 persen ke level 5,75 persen memicu kekhawatiran besar di kalangan pengusaha properti.
Pengembang Minta Pemerintah Berikan Insentif Setara Rumah Subsidi Imbas Kenaikan BI Rate. (Foto Istimewa)
Pengembang Minta Pemerintah Berikan Insentif Setara Rumah Subsidi Imbas Kenaikan BI Rate. (Foto Istimewa)

Untuk pengajuan KPR komersial senilai Rp1 miliar dengan jangka waktu cicilan 15 tahun, asumsi bunga rendah 4 persen sebelumnya menghasilkan cicilan bulanan sekitar Rp7,4 juta. Kini, besaran tersebut merangkak naik hingga melampaui Rp8 juta per bulan, menyisakan selisih jutaan rupiah per bulan yang secara instan memberatkan calon pembeli.

Pengetatan moneter ini langsung memukul daya beli kelompok kelas menengah yang hendak mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Akibatnya, arus permintaan unit hunian melambat secara drastis karena calon pembeli kini mulai bersikap ekstra hati-hati dalam mengalkulasi cicilan bulanan mereka.

"Kenaikan BI Rate ini menurut pendapat saya, itu rumah yang harga Rp300 juta sampai Rp1 miliar itu yang berasa kena. Iya, memang dampaknya itu di demand akibat kenaikan BI Rate ini, ya, dan di margin untung juga pasti kami terpengaruh. Otomatis calon pembeli juga kan ngerem," kata Andre.

Andre memaparkan, segmen rumah komersil seharga Rp300 juta hingga Rp1 miliar yang menyasar kelas menengah merupakan wilayah yang paling sensitif terhadap fluktuasi cicilan ini. Sebaliknya, segmen rumah mewah di atas Rp2 miliar cenderung stabil karena perbedaan kelas ekonomi pembelinya yang lebih tangguh. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement