AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Pengusaha Girang Restrukturisasi Kredit Diperpanjang 2 Tahun

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 09 Desember 2021 12:59 WIB
Pengusaha menyambut baik keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang masa pelonggaran restrukturisasi kredit dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. 
Pengusaha Girang Restrukturisasi Kredit Diperpanjang 2 Tahun (FOTO: MNC Media)
Pengusaha Girang Restrukturisasi Kredit Diperpanjang 2 Tahun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pengusaha menyambut baik keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang masa pelonggaran restrukturisasi kredit dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. 


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani mengatakan, saat ini banyak sektor industri yang masih mengalami tekanan bisnis dan belum bisa memulihkan arus kas sepanjang 2021.


"Keputusan tersebut diyakini dunia usaha akan menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan serta kinerja debitur restrukturisasi Covid-19 yang sudah mulai mengalami perbaikan," ujar Hariyadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/12/2021). 


Hariyadi mengatakan, sebenarnya APINDO mengharapkan pelonggaran restrukturisasi tersebut mencapai 3 tahun sampai tahun 2024, karena tentu dampaknya bagi kebangkitan dunia usaha akan semakin besar. 


"Namun setidaknya kebijakan OJK tersebut cukup membantu yang diharapkan dapat ditinjau secara periodik untuk mempertimbangkan perlu tidaknya perpanjangan kembali," katanya. 


Adapun sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perpanjangan masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan tersebut diharapkan dapat meneruskan momentum pemulihan ekonomi serta mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.


"Perpanjangan kebijakan countercyclical sebagai langkah antisipatif dan lanjutan untuk mendorong optimalisasi kinerja perbankan, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi, dalam rangka menjaga momentum indikator perbankan yang sudah mengalami perbaikan serta untuk mempersiapkan bank dan debitur untuk kembali normal secara perlahan sehingga menghindari potensi gejolak setelah kebijakan ini berakhir,” kata Wimboh melalui keterangan yang diterima MPI, Kamis (16/9/2021) lalu. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD