AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Utang Menggunung hingga Rp28 Triliun, AP I: Ada Potensi Memburuk Jika Tak Restrukturisasi

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 08 Desember 2021 16:18 WIB
Keuangan AP I akan semakin memburuk, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi utang perusahaan sebesar Rp 28 triliun.
Utang Menggunung hingga Rp28 Triliun, AP I: Ada Potensi Memburuk Jika Tak Restrukturisasi (FOTO:MNC Media)
Utang Menggunung hingga Rp28 Triliun, AP I: Ada Potensi Memburuk Jika Tak Restrukturisasi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Potensi keuangan yang semakin kacau tengah dirasakan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mencatat, keuangan AP I akan semakin memburuk, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi utang perusahaan sebesar Rp 28 triliun. Utang tersebut berasal dari kreditur dan investor perusahaan.  

Meski kontraksi keuangan perseroan bukan disebabkan oleh masalah yang bersifat struktural, namun Faik mengakui cash flow dan utang saat ini menjadi ancaman serius. 

"Apa yang kita alami ini penyebabnya bukan masalah yang bersifat struktural, jadi isunya bukan utang yang besar, tapi dengan utang yang besar tersebut kondisi Angkasa Pura I belum beranjak pulih akibat dampak pandemi Covid-19. Dan potensi untuk meningkat lebih buruk lagi, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021).  

Meski Faik mengakui perseroan mengalami tekanan kinerja operasional dan finansial sepanjang pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.  

Namun, manajemen tengah menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial perusahaan yang diharapkan rampung pada Januari 2022 mendatang sehingga perusahaan dapat bangkit dalam beberapa waktu ke depan. 

Adapun langkah pemulihan yang dilakukan adalah upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis). 

"Sebenarnya kondisi Angkasa Pura I itu tak seburuk seperti dari diberitakan media selama ini. Memang, kita ada hutang kepada kreditur dan investor, itu sampai november 2021 itu sebesar Rp 28 triliun. Jadi bukan Rp35 triliun, tapi Rp 28 triliun," katanya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD