Diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah produk ritel. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, Hans Prawira.
Menurutnya, penguatan pelemahan rupiah memberikan tekanan terhadap para pemasok yang selama ini masih berupaya menahan kenaikan harga produk. Kondisi ini diperparah oleh melemahnya daya beli masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Daya beli kita saat ini juga tidak dalam kondisi yang lebih baik dibanding tahun lalu, di samping tentunya kita semua tahu exchange rate USD yang terus menguat, lemahnya rupiah. Ini yang terus terang tantangan buat kita karena beberapa suppliers sepertinya juga tidak akan mampu lagi menahan harga," kata Hans.
Dia mengungkapkan, Alfamart telah menerima informasi dari sejumlah pemasok mengenai kemungkinan penyesuaian harga dalam waktu mendatang. Maka itu, perusahaan menilai tekanan terhadap sektor ritel masih akan berlanjut apabila nilai tukar rupiah belum menunjukkan penguatan yang signifikan.