AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Peran dan Potensi UMKM 2022 Sebagai Penyumbang PDB Terpenting di RI

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 14 Januari 2022 14:50 WIB
Peran dan potensi UMKM 2022 diketahui sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berperan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia.
Peran dan Potensi UMKM 2022 Sebagai Penyumbang PDB Terpenting di RI. (Foto: Peran dan Potensi UMKM 2022)
Peran dan Potensi UMKM 2022 Sebagai Penyumbang PDB Terpenting di RI. (Foto: Peran dan Potensi UMKM 2022)

IDXChannel - Peran dan potensi UMKM 2022 diketahui sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berperan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Saat ini banyak sekali potensi bisnis seiring berkembangnya teknologi. Pasalnya, jumlah pelaku UMKM semakin banyak dan semakin berpotensi dalam membantu perekonomian Negara.

Pemerintah juga nyatanya terus berkomitmen dalam membantu UKM bertahan, berkembang dan tumbuh untuk menghadapi tantangan perekonomian yang tidak pasti dan transformasi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan RI, Jumat (14/1/2021), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto mengatakan alokasi anggaran untuk Kelompok Pendukung UMKM sebesar Rp95,87 triliun.

Berdasarkan informasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada bulan Maret 2021 lalu, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% atau Rp8.573,89 triliun. UMKM mampu menyerap 97% dari total angkatan kerja dan mampu menghimpun hingga 60,42% dari total investasi di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen untuk menghadirkan produk koperasi dan UKM yang berdaya saing tinggi sehingga dapat memasuki global value chain. Untuk mencapai hal tersebut, yang juga sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden, Kemenkop UKM telah menyiapkan lima program strategis yang akan mendorong UKM untuk naik kelas.

Program pertama yaitu bertujuan untuk meningkatkan akses pasar baik di dalam maupun di luar negeri. Kedua, meningkatkan daya saing kapasitas dan kualitas produk dan jasa dari UMKM, dan peningkatan produksi juga inovasi yang merupakan langkah untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.

Peningkatan jumlah pengusaha UKM merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi kemiskinan, yang nantinya akan berperan penting sebagai salah satu penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD