Di sisi lain, tekanan biaya semakin meningkat, dengan biaya input naik pada laju tercepat sejak Mei akibat kenaikan harga bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar, serta biaya konstruksi.
“Harga input terus menjadi perhatian utama bagi bisnis,” kata Direktur Asosiasi Ekonomi S&P Global Market Intelligence Annabel Fiddes.
“Perusahaan menghadapi dua pilihan yang sulit antara membebankan biaya yang lebih tinggi kepada klien jika memungkinkan untuk mengurangi tekanan pada margin, tetapi juga tetap kompetitif untuk mendukung penjualan," katanya.
Di tengah tekanan biaya tersebut, sektor jasa Jepang justru mencatatkan peningkatan jumlah tenaga kerja dengan laju tercepat dalam lebih dari dua setengah tahun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan serta upaya perusahaan mengisi posisi kosong yang telah lama tertunda.
Kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek 12 bulan ke depan juga tetap kuat. Perusahaan berharap peluncuran produk baru, pembukaan gerai, serta peningkatan permintaan khususnya di sektor transportasi dan teknologi informasi akan mendorong penjualan ke depan.