Produksi minyak dan gas perusahaan naik empat persen pada kuartal tersebut. Jumlah gas alam cair yang diangkut melalui laut meningkat 12 persen.
Sebelumnya, BP asal Inggris melaporkan peningkatan laba bersih lebih dari dua kali lipat pada kuartal I-2026, juga didorong lonjakan harga minyak.
BP melaporkan laba sebesar USD3,2 miliar atau sekitar Rp55 triliun pada Januari-Maret. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan para analis, dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan USD1,38 miliar yang dilaporkan pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Penyebab utamanya ialah lumpuhnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya dilintasi 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.
Minyak mentah Brent, patokan global untuk harga minyak, saat ini diperdagangkan sekitar USD110 per barel, dibandingkan dengan sekitar USD73 sebelum perang. (Wahyu Dwi Anggoro)