"Yang perlu digarisbawahi adalah produksi tahun ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Jangan fokus pada narasi kekurangan yang kemudian berujung pada penambahan impor," ujarnya.
Menurutnya, kondisi pasar gula pada 2026 juga menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, petani sempat menghadapi persoalan gula yang sulit terserap pasar sejak awal musim giling. Sementara tahun ini, permintaan meningkat dan harga lelang gula petani terus menguat.
Kenaikan harga tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pendapatan sekaligus meningkatkan semangat petani untuk mengembangkan usaha tebu.
"Harga lelang gula petani terus naik dan bahkan menjadi salah satu yang tertinggi sejak gula petani dilepas ke mekanisme pasar pada 1998. Itu memberi semangat dan tambahan pendapatan bagi petani," katanya.
Soemitro menambahkan, kenaikan harga gula tahun ini masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen. Harga gula juga masih lebih rendah dibandingkan harga beras premium sehingga daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga.