Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho mengatakan, panas bumi memiliki keandalan tinggi karena tidak bergantung pada kondisi cuaca, cahaya, maupun bahan bakar fosil. Karakteristik ini menjadikannya solusi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung pengembangan energi bersih secara berkelanjutan.
Dia menegaskan, PGEO siap mendukung upaya transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, terutama pada periode dengan kebutuhan listrik tinggi seperti mudik Idulfitri.
"Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan panas bumi secara berkelanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek operasional. Melalui pendekatan ini, energi bersih terus mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata dia.
Strategi ini sekaligus menegaskan kontribusi PGEO dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) hingga 76 persen pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui berbagai upaya ini, PGEO berupaya memastikan bahwa manfaat pemanfaatan energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
(Dhera Arizona)