Saat ini, PGEO mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), yang berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah.
Mengelola 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, PGEO menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Kontribusi tersebut tercermin dari peran berbagai pembangkit panas bumi yang dioperasikan PGEO di sejumlah wilayah. PLTP Area Kamojang memasok listrik ke lebih dari 260 ribu rumah tangga setiap hari.
Sementara itu, PLTP Area Lahendong menyuplai lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta PLTP Area Ulubelu menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Lampung. Keandalan PLTP PGE juga dibuktikan dengan tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 98,93 persen serta tingkat outage yang sangat rendah, yakni 0,41 persen.