AALI
8825
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4410
ACES
650
ACST
188
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
316
AGII
2390
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1330
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
402
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.35
-0.2%
-1.08
IHSG
7113.29
-0.2%
-14.21
LQ45
1017.61
-0.25%
-2.59
HSI
17805.09
-0.28%
-50.05
N225
26633.32
0.76%
+201.77
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
790,953 / gram

PLN Bangun Eco FABA Park dengan Manfaatkan 325 Ton Limbah Batu Bara

ECONOMICS
Athika Rahma
Sabtu, 19 Maret 2022 20:25 WIB
PLN memanfaatkan FABA untuk membangun pusat jajanan serba ada bertemakan “ECO FABA Park” di sekitar lokasi PLTU Asam-asam.
PLN Bangun Eco FABA Park dengan Manfaatkan 325 Ton Limbah Batu Bara. (Foto: MNC Media)
PLN Bangun Eco FABA Park dengan Manfaatkan 325 Ton Limbah Batu Bara. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) kembali memanfaatkan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pendukung bangunan. Kini, PLN memanfaatkan FABA untuk membangun pusat jajanan serba ada bertemakan “ECO FABA Park” di sekitar lokasi PLTU Asam-asam.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Kalimantan Daniel Eliawardhana, menyatakan pembangunan ECO FABA Park memanfaatkan 325 ton FABA yang digunakan sebagai material stabilisasi tanah dan paving block.

“FABA yang digunakan untuk pembangunan ECO FABA Park berasal dari limbah sisa pembakaran batu bara PLTU Asam-asam yang kemudian diolah oleh UMKM setempat menjadi paving block,” ujar Daniel dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).

Daniel menjelaskan, pembangunan ECO FABA Park yang terletak di Jorong, Kabupaten Tanah Laut, memanfaatkan aset milik PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Asam-asam yang digunakan sebagai areal kegiatan masyarakat dengan tenant-tenant binaan PLN melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM). Saat ini, terdapat 12 tenant UMKM yang memanfaatkan lokasi ECO FABA Park.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA saat ini telah dikategorikan sebagai limbah non Bahan Berbahaya Beracun (B3) terdaftar. Melihat hal tersebut, PLN hadir dengan program TJSL yang melibatkan UMKM, BUMDes untuk membuat batako dan paving block dari FABA.

"Hasil olahannya digunakan untuk pembangunan sarana umum serta proyek infrastruktur lainnya,” tambah Daniel.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD