Adapun Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, mencatat dua kali penurunan manufaktur Indonesia dalam tiga bulan terakhir menutup semester pertama 2026.
Soal penyebab utama penurunan pada Juni adalah melemahnya permintaan atas barang manufaktur Indonesia. Pesanan baru turun untuk pertama kali dalam tiga bulan dan pada laju tercepat dalam setahun. Pelaku industri mengaitkan penurunan tersebut dengan melemahnya daya beli yang dipicu tekanan harga.
Selain itu, penurunan juga terjadi pada pesanan ekspor baru, yang tercatat paling tajam sejak Agustus 2021. Tren negatif permintaan mendorong perusahaan menurunkan output selama empat bulan berturut-turut dan paling tajam sejak April 2025.
Penurunan kebutuhan produksi dan permintaan juga menghambat ketersediaan stok, sehingga stok barang jadi menurun selama dua bulan berjalan dan pada laju lebih cepat dibandingkan Mei 2026.
Produsen barang juga menurunkan jumlah tenaga kerja lebih banyak pada Juni. Laju PHK tergolong solid namun merupakan yang paling besar sejak September 2021.