Salah satu penerima manfaat, Ratna Wiyah, mengungkapkan bahwa pakaian yang diterimanya sangat membantu kebutuhan keluarganya sehari-hari. Ia mengaku terharu karena bantuan tersebut datang dalam kondisi layak dan masih sangat baik digunakan. Dengan nada penuh syukur, Ratna meyampaikan terima kasih. "Terima kasih banyak, sekarang saya dapat kerudung dan baju-baju yang bagus. Ini sangat membantu kami," ujar Ratna.
Hal serupa disampaikan Wargini yang merasa bersyukur atas perhatian yang diterimanya. "Terima kasih PNM sudah membantu orang-orang yang kurang mampu seperti saya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," kata Wargini.
Dari sisi lingkungan, Program RE3 juga menjadi langkah nyata PNM dalam mendukung pengurangan limbah tekstil dan mendorong praktik ekonomi sirkular. Melalui konsep re-love dan restyle, pakaian yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini kembali memiliki nilai guna, sekaligus membantu mengurangi beban lingkungan dari konsumsi fesyen berlebih.
Selain memberi dampak sosial dan lingkungan, implementasi program ini turut melibatkan nasabah PNM yang memiliki usaha laundry dalam proses pencucian, penyortiran, dan pengemasan pakaian, sehingga membuka peluang ekonomi tambahan dan memperkuat ekosistem usaha ultra mikro berbasis keberlanjutan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary menyampaikan bahwa Program RE3 merupakan refleksi budaya kepedulian yang tumbuh di lingkungan PNM dan terus diarahkan agar memberi dampak nyata.