AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Polisi Kembali Grebek Kantor Pinjol Ilegal, Ditemukan Ribuan Data Pribadi

ECONOMICS
Erfan Maruf
Selasa, 19 Oktober 2021 07:58 WIB
Polisi mengamankan empat aplikasi pinjol ilegal dan 8 ribu data nasabah.
Polisi Kembali Grebek Kantor Pinjol Ilegal, Ditemukan Ribuan Data Pribadi (FOTO:MNC Media)
Polisi Kembali Grebek Kantor Pinjol Ilegal, Ditemukan Ribuan Data Pribadi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Polisi kembali menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal bernama PT ANT Information Consulting di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Polisi mengamankan empat aplikasi pinjol ilegal dan 8 ribu data nasabah. Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, saat melakukan penggeledahan dan  mengamankan empat orang karyawan dan empat aplikasi pinjol ilegal. 

"Di bawah perusahaan ini, ada empat aplikasi yang dijalankan dan semuanya itu ilegal," kata Auliansyah kepada wartawan, Selasa (18/10/2021). 

Auliansyah menjelaskan pihaknya menemukan 8.000 data nasabah dari perusahaan pinjol ilegal. Ribuan nasabah tersebut kerap mendapatkan teror penagihan dengan ancaman dari para karyawan. 

"Di komputer mereka masing-masing itu ada cara penagihannya ya, ada yang pakai pornografi kemudian pengancaman," jelasnya.  

Pihaknya masih akan terus mendalami dan mengembangkan terutama terkait cara perusahaan tersebut mendapatkan nomor telepon di ponsel nasabah.  

"Ini masih kita dalami, tapi mereka kemungkinan bisa dijerat dengan UU Perdagangan, Pornografi, Pengancaman dan lain sebagainya," pungkas Auliansyah.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD