AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

PTDI Siap Produksi Massal Pesawat N219

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Kamis, 06 Januari 2022 06:35 WIB
PTDI berencana untuk memproduksi massal pesawat jenis N219. Saat ini PTDI sedang mencari pembiayaan baik berupa utang maupun kerja sama.
PTDI Siap Produksi Massal Pesawat N219 (FOTO: MNC Media)
PTDI Siap Produksi Massal Pesawat N219 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana untuk memproduksi massal pesawat jenis N219. Saat ini PTDI sedang mencari pembiayaan baik berupa utang maupun kerja sama agar N219 bisa segera dikomersialisasikan.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Skema Pembiayaan & Kerjasama Dalam Rangka Komersialisasi Pesawat N219, yang dilaksanakan secara hybrid melalui media daring dan luring/tatap muka di Hotel Grand Melia, Jakarta. 

FGD dibuka oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, didampingi Wakil Komisaris Utama PTDI, Bonar Halomoan Hutagaol dan jajaran Direksi lainnya. Serta dihadiri oleh para stakeholder PTDI, seperti Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Koordinator Maritim & Investasi RI, Kementerian Keuangan RI, Kementerian Dalam Negeri RI, Bappenas dan BRIN. 

Selain itu, hadir juga beberapa pihak dari Perbankan, dalam hal ini Bank BJB dan Lembaga Keuangan OJK. Serta  beberapa calon customer/pengguna pesawat N219 itu sendiri baik Pemerintah Daerah, seperti Pemprov Aceh, Pemprov Kalimantan Utara, Pemkab Puncak, Pemkab Mimika, maupun Instansi Pemerintah dan Swasta. Hadir juga dari pihak operator, seperti Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, Universal Jet dan Indonesia National Air Carrier Association (INACA).
 
Dirut PTDI Elfien Goentoro mengatakan, guna mendukung pemenuhan kebutuhan konektivitas Indonesia terutama di wilayah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan), dimana dengan komersialisasi pesawat N219 tersebut nantinya mampu menjadi solusi jembatan udara di Indonesia. FGD kali ini dilakukan untuk membuka peluang pendanaan/investasi pada program pesawat N219 yang pangsa pasarnya cukup tinggi.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD