sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Sebut Pertamina Tanggung Sementara Selisih Harga BBM Nonsubsidi

Economics editor Anggie Ariesta
01/04/2026 17:25 WIB
Purbaya menjelaskan, kebijakan ini dapat dijalankan karena kondisi likuiditas Pertamina yang terjaga.
Purbaya Sebut Pertamina Tanggung Sementara Selisih Harga BBM Nonsubsidi. (Foto iNews Media Group)
Purbaya Sebut Pertamina Tanggung Sementara Selisih Harga BBM Nonsubsidi. (Foto iNews Media Group)

Purbaya menilai beban selisih harga tersebut masih dalam batas kemampuan finansial Pertamina untuk jangka pendek. Sebagai gambaran, harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jawa saat ini bertahan di angka Rp12.300 per liter. Padahal, jika merujuk pada estimasi harga keekonomian periode April 2026, nilainya diprediksi telah menembus Rp17.850 per liter.

Dengan selisih mencapai sekitar Rp5.500 per liter, pemerintah optimistis Pertamina tetap stabil berkat perbaikan mekanisme arus kas dari pos kompensasi negara.

“Jadi keuangan Pertamina juga amat baik. Jadi untuk jangka pendek, enggak masalah,” kata Purbaya.

Terkait nasib SPBU swasta yang juga terdampak oleh kebijakan penahanan harga ini, Purbaya menegaskan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian teknis terkait untuk menemukan solusi yang tepat bagi seluruh pelaku industri hilir migas.

“Nanti mereka biar rapatkan dengan (Kementerian) ESDM, saya enggak ngerti itu ESDM dan yang lain mungkin,” katanya.

Keputusan pemerintah untuk tidak mengerek harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global, meskipun Pertamina harus menjalankan peran sebagai penyangga beban fiskal sementara.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement