sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Didorong Konsumsi Rumah Tangga

Economics editor Anggie Ariesta
15/05/2026 08:26 WIB
Ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga. (Foto: iNews Media Group)
Ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Laju pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga yang menjadi pembentuk utama Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi mencapai 54,36 persen.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tinggi didominasi oleh kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Terjaganya daya beli dan meningkatnya geliat ekonomi domestik menjadi fondasi utama bagi capaian tersebut.

Purbaya mengungkapkan, konsumsi rumah tangga memberikan sumbangsih terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yakni mencapai 2,94 persen.

“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” ujar Purbaya dalam wawancara di TV nasional, dikutip Jumat (15/5/2026).

Selain konsumsi masyarakat, komponen investasi turut menyumbang 1,79 persen terhadap total pertumbuhan. Sementara itu, belanja pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,26 persen.

Purbaya menjelaskan bahwa angka-angka tersebut didapat dari hasil perhitungan pertumbuhan tiap komponen terhadap pangsa PDB.

“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Terkait pertumbuhan belanja pemerintah yang tinggi, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya sengaja mendorong penyerapan APBN sejak awal tahun sebagai bagian dari transformasi pola realisasi anggaran. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali menumpuk di akhir tahun, belanja negara kini diarahkan agar terealisasi lebih cepat demi memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang merata sejak kuartal pertama.

Melalui sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini. Langkah konkret yang diambil mencakup akselerasi belanja di berbagai Kementerian/Lembaga serta pelaksanaan program prioritas nasional guna memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement