Lebih lanjut, Purbaya menyebut arah kebijakan suku bunga global yang menuju fase lebih longgar akan membuka ruang ekspansi aktivitas ekonomi dunia serta meningkatkan potensi aliran dana portofolio ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Proyeksi Fed Fund Rate dalam tren penurunan ke 3,5 persen pada 2026 dan 3,0 persen dalam jangka panjang. Potensi aliran likuiditas modal ke emerging market akan meningkat, namun volatilitas jangka pendek harus terus diantisipasi," ungkap Purbaya.
(Febrina Ratna Iskana)