Menanggapi sindiran keras Presiden Prabowo di Hambalang mengenai praktik "dikibulin" oleh oknum petugas, Menkeu memberikan ultimatum tegas kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya memberikan waktu satu tahun bagi instansi tersebut untuk berbenah secara total.
"Kalau Bea Cukai ancamannya clear dari sana. Kalau enggak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan, supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan. Saya akan kotakin betul," ancam Purbaya.
Untuk menutup celah kebocoran tersebut, Kementerian Keuangan akan mengandalkan analisis data canggih dari Lembaga Nasional Single Window (LNSW) serta mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI). Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu mendeteksi profil risiko per kapal secara real-time sehingga praktik manipulasi nilai ekspor tidak bisa lagi dilakukan.
Purbaya mengirimkan pesan peringatan keras kepada para pengusaha nakal bahwa pemerintah tidak akan lagi melakukan pendekatan persuasif jika pelanggaran terus berlanjut.
"Mungkin saya enggak tahu level pendekatannya seperti apa. Tapi yang jelas, kita akan kasih message ke mereka ke depan enggak bisa begitu lagi. Kalau begitu lagi, kita sikat perusahaannya," tutur Purbaya.
(Febrina Ratna Iskana)